Talent Solutions · Outsourcing

Dukungan Tenaga Kerja yang Terencana, Terkelola, dan Terukur

Layanan penyediaan dan pengelolaan tenaga kerja untuk membantu Bank, BPR, BPRS, dan organisasi jasa keuangan memenuhi kebutuhan fungsi pendukung maupun operasional berdasarkan ruang lingkup, standar layanan, serta pembagian tanggung jawab yang disepakati.

Workforce PlanningStructured SelectionService MonitoringDocumented Process
Workforce Service Dashboard Managed Process

Operational Support Team

Workforce plan · placement · service review

Position Readiness 88%Kesesuaian profil dan kebutuhan fungsi
Service Compliance 94%Dokumen, kehadiran, dan pelaporan
Attendance 96%Pemantauan kehadiran tenaga kerja
Review Cycle MonthlyEvaluasi layanan secara berkala
1Plan & SelectKebutuhan dan kandidat2Place & ManagePenempatan dan administrasi3Monitor & ReviewKinerja layanan
Clear ScopePeran dan tanggung jawab
Service ReviewEvaluasi terjadwal
Kebutuhan Organisasi

Ketika Organisasi Membutuhkan Kapasitas Tambahan dengan Pengelolaan yang Jelas

Outsourcing dapat dipertimbangkan untuk fungsi yang ruang lingkupnya terdefinisi, dapat dipantau, dan tidak mengalihkan kewenangan utama organisasi. Kelayakan layanan perlu ditinjau berdasarkan karakter pekerjaan dan ketentuan yang berlaku.

1

Kebutuhan Fleksibel

Dukungan tenaga kerja untuk periode, lokasi, proyek, atau volume pekerjaan tertentu yang dapat berubah sesuai kebutuhan.

2

Fungsi Pendukung

Pekerjaan administratif, layanan, operasional pendukung, atau fungsi lain yang memiliki uraian tugas dan standar proses yang jelas.

3

Perlu Administrasi Terpusat

Organisasi memerlukan dukungan seleksi, kontrak, data tenaga kerja, kehadiran, penggantian, dan pelaporan layanan.

4

Perlu Monitoring Layanan

Kinerja tenaga kerja perlu dipantau melalui indikator, evaluasi, komunikasi berkala, dan mekanisme perbaikan yang terdokumentasi.

Ruang Lingkup Layanan

Pengelolaan Tenaga Kerja dari Perencanaan hingga Evaluasi

Komponen layanan disusun sesuai jabatan, lokasi, jumlah tenaga kerja, pola kerja, durasi, standar kinerja, dan pembagian tanggung jawab yang disepakati bersama.

Workforce Requirement Planning

Menerjemahkan kebutuhan organisasi menjadi profil tenaga kerja, volume, jadwal, lokasi, dan ruang lingkup pekerjaan yang jelas.

  • Job scope dan kompetensi dasar
  • Jumlah serta lokasi penempatan
  • Jam kerja dan kebutuhan operasional

Recruitment & Screening

Menjalankan pencarian dan penyaringan kandidat berdasarkan parameter yang disepakati tanpa mengurangi kewenangan persetujuan klien.

  • Sourcing dan administrasi kandidat
  • Screening serta wawancara awal
  • Dokumen dan kesiapan penempatan

Placement & Onboarding

Mengoordinasikan penempatan, orientasi awal, akses kerja, penjelasan tugas, serta komunikasi peran kepada tenaga kerja.

  • Koordinasi jadwal mulai kerja
  • Briefing ruang lingkup dan aturan
  • Checklist kesiapan penempatan

Workforce Administration

Mengelola administrasi tenaga kerja sesuai ruang lingkup kontrak dan dokumen layanan yang telah disepakati para pihak.

  • Data dan dokumen tenaga kerja
  • Rekap kehadiran dan perubahan status
  • Administrasi layanan berkala

Performance Monitoring

Memantau pelaksanaan pekerjaan berdasarkan indikator layanan, catatan supervisor, kedisiplinan, dan umpan balik klien.

  • Service level indicator
  • Review kinerja dan kedisiplinan
  • Rencana perbaikan bila diperlukan

Replacement & Service Support

Mendukung penyelesaian isu, pergantian tenaga kerja, pembaruan kebutuhan, dan tindak lanjut layanan sesuai ketentuan kontrak.

  • Issue handling dan escalation
  • Replacement sesuai persyaratan
  • Service review dan renewal input
Managed Workforce

Proses yang Terdokumentasi dan Dapat Dikendalikan

Setiap penempatan memerlukan kejelasan fungsi, kriteria, otorisasi, standar layanan, administrasi, dan jalur komunikasi. Detail implementasi menyesuaikan kebutuhan serta ketentuan yang berlaku.

Defined ScopeTugas dan batas kewenangan
Service LevelIndikator yang disepakati
Single CoordinationJalur komunikasi terstruktur
Periodic ReviewEvaluasi dan tindak lanjut
1

Requirement & Compliance Review

Menelaah kebutuhan, karakter fungsi, lokasi, periode, pola kerja, risiko, dan kelayakan outsourcing.

2

Service Design & Agreement

Menetapkan ruang lingkup, pembagian peran, SLA, biaya, pelaporan, eskalasi, dan ketentuan perubahan.

3

Recruitment & Client Approval

Melaksanakan sourcing dan screening, kemudian mengajukan kandidat sesuai mekanisme persetujuan yang disepakati.

4

Placement & Operational Setup

Mengoordinasikan onboarding, penempatan, briefing, dokumen, serta kesiapan pelaksanaan pekerjaan.

5

Monitoring, Reporting & Review

Memantau layanan, menyampaikan laporan, menindaklanjuti isu, dan mengevaluasi kebutuhan perbaikan atau perpanjangan.

Contoh Cakupan Fungsi

Dapat Disesuaikan dengan Struktur dan Kebutuhan Institusi

Daftar berikut bersifat contoh. Setiap fungsi perlu dinilai dari sisi tugas, risiko, akses informasi, kewenangan, pengawasan, serta kesesuaiannya dengan kebijakan dan regulasi.

Administrative Support

Dukungan pekerjaan administratif yang memiliki prosedur dan output terdefinisi.

  • Data entry dan pengarsipan
  • Administrasi dokumen
  • General office support
  • Event dan training support

Business Support

Dukungan aktivitas bisnis yang parameter, etika, dan kewenangannya telah ditetapkan.

  • Sales support dan telemarketing
  • Field data collection
  • Survey administration
  • Campaign dan customer outreach
Output Layanan

Dokumen dan Informasi untuk Mengendalikan Layanan

Output aktual disesuaikan dengan paket, periode, volume tenaga kerja, serta tanggung jawab yang tertuang dalam perjanjian.

Workforce Requirement

Profil kebutuhan, jumlah tenaga kerja, lokasi, tugas, jadwal, dan kompetensi dasar.

Candidate & Placement Record

Data kandidat, hasil penyaringan awal, persetujuan, dan status penempatan.

Onboarding Checklist

Catatan dokumen, briefing, akses, perlengkapan, dan kesiapan mulai bekerja.

Attendance & Administration

Rekap kehadiran dan administrasi layanan sesuai data serta periode yang disepakati.

Service Performance Report

Ringkasan indikator layanan, umpan balik, isu, tindakan perbaikan, dan status tindak lanjut.

Periodic Review Summary

Evaluasi kebutuhan, efektivitas layanan, perubahan ruang lingkup, dan rekomendasi periode berikutnya.

Prinsip & Ketentuan

Tata Kelola yang Jelas bagi Klien, Penyedia, dan Tenaga Kerja

Ruang lingkup, hubungan kerja, administrasi, pembiayaan, perlindungan data, SLA, pengawasan, dan mekanisme penyelesaian isu harus dituangkan secara tertulis.

01
Kepatuhan & Kelayakan Fungsi

Jenis pekerjaan dan model penempatan ditinjau agar sesuai dengan ketentuan, kebijakan, serta pengendalian internal yang berlaku.

02
Pembagian Tanggung Jawab

Peran klien, Bankir Academy, supervisor, dan tenaga kerja harus jelas, termasuk instruksi kerja dan jalur eskalasi.

03
Privasi & Akses Informasi

Akses data dibatasi berdasarkan kebutuhan pekerjaan, kewenangan, kerahasiaan, dan kontrol keamanan yang ditetapkan.

04
Evaluasi Berbasis Bukti

Penilaian layanan menggunakan data, indikator, catatan kejadian, dan umpan balik yang dapat ditelusuri.

Catatan penting: Outsourcing bukan pengalihan seluruh tanggung jawab operasional atau keputusan institusi. Klien tetap bertanggung jawab atas kewenangan, pengawasan fungsi, keamanan lingkungan kerja, akses sistem, kebijakan internal, dan keputusan yang hanya dapat dilakukan oleh pejabat berwenang. Ketentuan hubungan kerja, upah, manfaat, pajak, jaminan sosial, perlindungan data, dan pengakhiran mengikuti perjanjian serta peraturan yang berlaku.
Pertanyaan Umum

Informasi Awal Layanan Outsourcing

Hal-hal yang perlu dipahami sebelum menyusun kebutuhan dan ruang lingkup penempatan tenaga kerja.

Dalam rekrutmen biasa, kandidat yang diterima menjadi tenaga kerja klien sesuai proses internalnya. Dalam outsourcing, penyedia memberikan dukungan tenaga kerja dan pengelolaan layanan berdasarkan ruang lingkup serta pembagian tanggung jawab yang disepakati.
Tidak otomatis. Setiap posisi perlu ditinjau berdasarkan tugas, kewenangan, risiko, akses data, kebijakan internal, serta ketentuan yang berlaku. Fungsi yang tidak layak tidak akan dipaksakan menggunakan model outsourcing.
Model pengawasan ditetapkan dalam perjanjian. Klien memberikan arahan operasional sesuai ruang lingkup, sedangkan koordinasi administrasi dan layanan dilakukan melalui PIC Bankir Academy tanpa mengaburkan pembagian tanggung jawab.
Kinerja ditinjau berdasarkan indikator dan bukti. Dapat dilakukan coaching, perbaikan, evaluasi, atau penggantian sesuai tingkat masalah dan ketentuan layanan yang disepakati.
Komponen biaya perlu dirinci dalam proposal, misalnya remunerasi, manfaat, administrasi, rekrutmen, perlengkapan, perjalanan, pajak, atau komponen lain. Tidak ada komponen yang dianggap termasuk tanpa dinyatakan secara tertulis.
Minimal meliputi nama fungsi, uraian tugas, jumlah tenaga kerja, lokasi, jam kerja, periode, kompetensi, kriteria, supervisor, akses yang diperlukan, indikator kinerja, target mulai, serta kondisi khusus pekerjaan.

Susun Kebutuhan Outsourcing Secara Lebih Terarah

Sampaikan fungsi, jumlah tenaga kerja, lokasi, periode, jam kerja, ruang lingkup, kompetensi, target mulai, serta standar layanan. Tim Bankir Academy akan membantu melakukan penelaahan awal dan menyusun opsi ruang lingkup yang relevan.

Butuh bantuan?