Foundation
Membangun pemahaman konsep, istilah, proses, sikap, dan standar kerja dasar.
- Pelajar, mahasiswa, fresh graduate
- Pegawai baru dan fungsi pendukung
- Kuis serta latihan dasar
Kurikulum Bankir Academy dirancang sebagai sistem pembelajaran berjenjang yang menghubungkan kebutuhan individu dan organisasi dengan kompetensi perbankan, bisnis, kepemimpinan, teknologi, inovasi, serta pemberdayaan. Setiap program dapat dikembangkan menjadi kelas mandiri, pelatihan institusi, learning path, bootcamp, pendampingan, atau program transformasi.
Satu arsitektur untuk memetakan level, rumpun kompetensi, pengalaman belajar, asesmen, dan tindak lanjut.
Level digunakan untuk menyesuaikan kedalaman materi, kompleksitas studi kasus, bentuk praktik, metode evaluasi, dan tanggung jawab peserta dalam organisasi.
Membangun pemahaman konsep, istilah, proses, sikap, dan standar kerja dasar.
Menerapkan pengetahuan dalam tugas rutin, simulasi, dan pemecahan masalah operasional.
Menganalisis permasalahan, mengelola risiko, dan meningkatkan proses atau kinerja unit.
Memimpin perubahan, merancang kebijakan, mengambil keputusan, dan memastikan keberlanjutan.
Setiap rumpun dapat berdiri sendiri atau digabungkan menjadi learning path lintas fungsi sesuai kebutuhan peserta dan institusi.
Dasar industri, produk, proses operasional, layanan, administrasi, fungsi jabatan, dan etika kerja perbankan.
Manajemen risiko, kepatuhan, APU-PPT, anti-fraud, audit, tata kelola, pelindungan data, dan teknologi informasi.
Kredit, pembiayaan, pemasaran, penjualan, CRM, pengembangan produk, UMKM, dan pemulihan kualitas aset.
Rekrutmen, talent management, KPI, OKR, workload analysis, leadership, budaya, dan kesiapan suksesi.
Digital banking, sistem informasi, keamanan, data, dashboard, automasi, LMS, AI, dan produktivitas digital.
Persiapan calon bankir, literasi keuangan, pendidikan industri, kewirausahaan, pemberdayaan UMKM, dan program sosial.
Kurikulum tidak menggunakan satu jalur untuk semua. Setiap peserta atau kelompok dapat memperoleh kombinasi materi, praktik, dan tindak lanjut yang berbeda.
Dasar perbankan, kesiapan karier, komunikasi, CV, wawancara, etika kerja, dan 90 hari pertama.
Produk, layanan, operasional, administrasi, risiko dasar, kepatuhan, dan produktivitas kerja.
Pendalaman fungsi kredit, risiko, audit, kepatuhan, IT, marketing, HR, keuangan, atau bidang spesialis lain.
Pengelolaan tim, KPI, problem solving, coaching, monitoring, pengendalian, dan perbaikan proses.
Strategi, tata kelola, transformasi, pengambilan keputusan, risiko strategis, budaya, dan kesinambungan bisnis.
Keuangan usaha, pemasaran, digitalisasi, kesiapan pembiayaan, layanan, dan pengembangan usaha bertahap.
Setiap program dapat menggunakan seluruh tahapan atau bagian tertentu sesuai lingkup, durasi, target, data yang tersedia, dan kesiapan organisasi.
Memetakan tujuan, peserta, peran, gap kompetensi, risiko, dan konteks organisasi.
Menetapkan level, topik, metode, durasi, fasilitator, praktik, dan indikator keberhasilan.
Melaksanakan kelas, workshop, simulasi, coaching, mentoring, digital learning, atau blended program.
Mengumpulkan bukti melalui kuis, tugas, studi kasus, proyek, observasi, atau action plan.
Menyusun laporan, rekomendasi, rencana pengembangan, monitoring, dan program lanjutan.
Format dipilih berdasarkan tujuan, jumlah peserta, lokasi, kesiapan teknologi, kebutuhan praktik, dan intensitas pendampingan.
Video, e-book, kuis, tugas, dan materi digital yang dipelajari mandiri melalui LMS.
Kelas interaktif daring atau tatap muka dengan fasilitator dan sesi diskusi.
Latihan, studi kasus, role play, simulasi proses, serta penyusunan perangkat kerja.
Pendampingan terarah untuk penerapan, pemecahan masalah, dan monitoring progres.
Jenis evaluasi disesuaikan dengan tujuan program dan tidak otomatis menjadi sertifikasi profesi atau jaminan kompetensi tanpa skema yang relevan.
Pre-test, survei, wawancara, atau pemetaan awal untuk memahami kebutuhan peserta.
Kuis, post-test, pertanyaan reflektif, dan pemahaman konsep utama.
Studi kasus, tugas, simulasi, proyek, demonstrasi, dan action plan.
Umpan balik, monitoring penerapan, laporan progres, dan rekomendasi pengembangan.
Kurikulum menjadi fondasi bersama agar layanan konsultasi, pengembangan talenta, teknologi pembelajaran, inovasi, dan pemberdayaan memiliki arah kompetensi yang konsisten.
Kurikulum mendukung transfer pengetahuan, implementasi perangkat kerja, dan penguatan kemampuan tim saat solusi diterapkan.
Lihat Banking Solution →Menjadi dasar penyusunan in-house training, public class, workshop, coaching, dan blended learning.
Lihat Capacity Building →Menghubungkan competency mapping, learning path, individual development plan, dan succession readiness.
Lihat Talent Solution →Mendistribusikan materi, mengelola peserta, asesmen, sertifikat, progres, dan pelaporan pembelajaran.
Lihat LMS →Menguji format baru, prototipe pembelajaran, automasi, dashboard, dan pemanfaatan AI secara bertanggung jawab.
Lihat Inovasi Program →Menyesuaikan materi bagi pelajar, calon bankir, komunitas, dan UMKM dengan indikator dampak yang proporsional.
Lihat Program CSR →Prinsip berikut digunakan untuk menjaga relevansi, keterukuran, konsistensi, dan tanggung jawab dalam pengembangan program.
Materi disesuaikan dengan peran, industri, kebutuhan peserta, dan konteks organisasi.
Tujuan, level, urutan, metode, praktik, dan evaluasi dirancang secara jelas.
Pembelajaran mengutamakan contoh, simulasi, studi kasus, dan alat kerja yang dapat digunakan.
Indikator, bukti pembelajaran, umpan balik, dan laporan ditetapkan secara proporsional.
Informasi dasar mengenai penyesuaian, level, sertifikat, dan implementasi kurikulum.
Diskusikan profil peserta, kompetensi prioritas, format pembelajaran, durasi, dan hasil yang ingin dicapai bersama Bankir Academy.